sumur resapan

April 14, 2008

Konstruksi Sumur Resapan Air (SRA) merupakan alternatif pilihan dalam mengatasi banjir dan menurunnya permukaan air tanah pada kawasan perumahan, karena dengan pertimbangan :
a) pembuatan konstruksi SRA tidak memerlukan biaya besar,
b) tidak memerlukan lahan yang luas, dan
c) bentuk konstruksi SRA sederhana.
Sumur resapan air merupakan rekayasa teknik konservasi air yang berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang berfungsi sebagai tempat menampung air hujan diatas atap rumah dan meresapkannya ke dalam tanah (Dephut,1994). Manfaat yang dapat diperoleh dengan pembuatan sumur resapan air antara lain : (1) mengurangi aliran permukaan dan mencegah terjadinya genangan air, sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya banjir dan erosi, (2) mempertahankan tinggi muka air tanah dan menambah persediaan air tanah, (3) mengurangi atau menahan terjadinya intrusi air laut bagi daerah yang berdekatan dengan wilayah pantai, (4) mencegah penurunan atau amblasan lahan sebagai akibat pengambilan air tanah yang berlebihan, dan (5) mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah (Dephut, 1995).

Desain Konstruksi Sumur Resapan Air
Sumur resapan air akan dapat berfungsi dengan baik, apabila didesain berdasarkan kondisi lingkungan dimana sumur tersebut akan dibuat. Desain sumur resapan air dalam hal ini meliputi bentuk, jenis konstruksi dan dimensi sumur resapan air. Menurut SNI No. 02-2453-1991Tentang Tata Cara Perencanaan Teknik Sumur Resapan Air Hujan Untuk Lahan Perkarangan diperlukan persyaratan teknis pemilihan lokasi dan jumlah sumur resapan pada pekarangan, persyaratan teknik meliputi :
Umum : dibuat pada lahan yang lolos air dan tahan longsor, bebas dari kontaminasi dan pencemaran limbah, untuk meresapkan air hujan, untuk daerah dengan sanitasi lingkungan yang tidak baik hanya digunakan menampung air hujan dari talang, mempertimbangkan aspek hidrologi, geologi dan hidrologi.
Pemilihan lokasi : keadaan muka air tanah dengan kedalaman pada musim hujan, permeabilitas yang diperkenankan 2 –12,5 cm/jam, jarak penempatan diperhitungkan dengan tangki septik tank 2 meter, resapan tangki septik tank/cubluk/saluran air limbah 5 meter, sumur air bersih 2 meter.
Jumlah : penentuan jumlah sumur resapan air ditentukan berdasarkan curah hujan maksimum, permeabilitas dan luas bidang tanah.

Dalam mendesain dimensi konstruksi sumur resapan air untuk kawasan perumahan terdapat tiga parameter utama yang perlu diperhatikan yaitu : permeabilitas tanah, curah hujan, dan luas atap rumah/permukaan kedap air (Dephut, 1994). Permeabilitas tanah dapat kita tentukan berdasarkan hasil pengukuran langsung di lokasi permukiman dengan Metode Auger Hole Terbalik. Data permeabilitas tanah ini diperlukan untuk menentukan volume sumur resapan air yang akan dibuat. Curah hujan diperlukan untuk menentukan dimensi sumur resapan air. Data curah hujan yang diperlukan selama 10 tahun pengamatan (diperoleh dari stasiun hujan terdekat). Pengukuran luas atap rumah didasarkan atas luas permukaan atap yang merupakan tempat curah hujan jatuh secara langsung diatasnya.
Sedangkan untuk mendesain bentuk dan jenis konstruksi sumur resapan air diperlukan parameter sifat-sifat fisik tanah yang meliputi Infiltrasi,tekstur tanah, struktur tanah, dan pori drainase (Mulyana, 1998).

PENGELOLAAN SAMPAH

April 14, 2008

Tidak adanya sistem pengelolaan sampah yang baik membuat sampah berkontribusi dalam hal menyumbang gas rumah kaca. Sampah yang ditumpuk (open dumping) mengeluarkan salah satu gas penyebab efek rumah kaca yaitu CH4, oleh karena itu sampah harus dikelola dengan baik. Gas CH4 dapat dimafaatkan kembali sebagai bahan bakar biogas. Pengelolaan sampah dari sumbernya merupakan suatu langkah yang optimal untuk mengelola sampah.
Hal-hal yang dapat dilakukan ; menghemat kertas dengan menggunakan kedua sisinya, mendaur ulang sampah rumah tangga (organik) menjadi kompos, membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi jumlah pemakaian kantong plastik, memilah sampah dari sumbernya sehingga sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan kembali.

Pengertian Sampah
Sampah merupakan jenis limbah padat yang tergiri dari zat organik dan zat anorganik yang dibuang karena tidak dibutuhkan lagi. Walaupun dianggap tidak dibutuhkan lagi, namun sebenarnya dapar diolah bahkan mempunyai nilai ekonomis.

Sistem Pengangkutan Sampah Selama Ini
Kumpul—angkut—buang
Sistem ini yang membuat timbulnya permasalahan sampah di Indonesia pada umumnya. Salah satu contoh kasus yang terjadi akibat permasalahan sampah adalah longsornya Tempat pembuangan Akhir [TPA] leuwigajah di bandung pada tahun 2005. Peristiwa tersebut mengakibatkan hilangnya ratusan jiwa yang kebanyakan berprofesi sebagai pengambil sampah (lapak) di TPA tersebut.

Pengelolaan Sampah
Merupakan rangkaian kegiatan mulai dari pemilahan sampah yang kemudian dapat diolah berdasarkan jenisnya. Beberapa Proses pengolahan seperti komposting, daur ulang, landfiling, dll.

Prinsip Pengelolaan Sampah  [3R]
1.    Reduce
Merupakan suatu upaya untuk meminimalisir jumlah sampah. Contoh; sewaktu belanja membawa tas (bahan dapat berupa kain,kertas,dll yang mudah untuk di daur ulang) sebagai pengganti dari plastik.
2.    Reuse
Merupakan suatu upaya untuk menggunakan kembali sampah secara langsung. Contoh: membuat kerajinan tangan dari sampah, menggunakan kertas bekas yang masih memungkinkan untuk ditulis “kertas reuse”,dll.
3.    Recycle
Merupakan suatu upaya untuk mendaur-ulang kembali sampah melalui suatu proses. Contoh: pengomposan, kertas daur ulang, dll

LINGKUNGAN DALAM PANDANGAN AGAMA

Maret 15, 2008

Secara umum di Indonesia, segala hal mengenai pengelolaan lingkungan hidup dipandang dari sudut ekonomi, sosial & budaya, bahkan sampai bidang politik. Sangat jarang ketika ada permasalahan tentang lingkungan, masyarakat memandang dari sisi rohani / agama. Sedangkan dari sudut pandang agama, semua yang ada di muka bumi ini merupakan tanggungjawab setiap makhluk hidup yang bertempat tinggal di dalamnya.

Semua agama besar dunia mengandung ajaran-ajaran melestarikan lingkungan hidup. Suatu pemahaman tentang pemeliharaan keselarasan antara manusia dengan alam sekitarnya. Dalam pandangan agama islam, langit, bumi dan segala sesuatu yang ada di atasnya adalah ciptaan ALLAH SWT. Manusia sebagai makhluk ciptaanNYA yang paling mulia yang merupakan khalifah di muka bumi sudah sepantasnya menjaga dan melestarikan apa yang ada di muka bumi ini demi keberlangsungan hidup manusia itu sendiri.

Sesuai dengan firman ALLAH SWT ;

” Sesunguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi ” (Al-Baqarah, ayat 30)

Pengelolaan lingkungan secara dini seharusnya telah ditanamkan, supaya manusia bisa sadar dan bisa lebih mencintai lingkungan dengan tidak merusak lingan itu sendiri. Dalan upaya konservasi lingkungan kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat sangat penting supaya kerusakan lingkungan tidak semakin parah. Pentingnya kesadaran masyarakat juga menjadi salah satu faktor penting dalam upaya konservasi lingkungan. Sebagai contoh adalah pengelolaan sampah; langkah pertama adalah merubah pola pikir dan kebiasaan masyarakat tentang sampah. Dalam hali ini perlu juga ditanamkan bahwa sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi juga tanggung jawab penghasil sampah itu sendiri.Salah satu filosofi yang menggambarkan tentang upaya konservasi lingkungan adalah “ Respect for nature” atau dijabarkan dengan beberapa kalimat yaitu memperlakukan alam dan seluruh ciptaanNYA dengan penuh tanggung jawab, memelihara dan menjaga keseimbangan alam dan selalu mengupayakan agar alam dan lingkungan ini nyaman untuk masyarakat yang menjalaninya.

Hubungan saling mengisi antara manusia dan alam ini juga ditenukan dalam agama Budha. Agama Budha mengajarkan kausalitas atau hubungan sebab akibat. Kesehatan ingkungan akan berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Bhahavadgita, kitab suci agama Hindu, mengajarkan adanya kesatuan, keselarasan dan hubungan timbal balik antara mikrokosmos (manusia) dan makrokosmos (alam semesta). Agama Kristiani juga menekankan pentingnya wawasan lingkungan. Gereja Katolik juga menyuarakan keresahannya atas kerusakan bumi. Pada tahun 1991, Paus Johannes Paulus II mengecam ulah manusia sebagai akar penyebab rusaknya lingkungan alam.

Keselarasan merupakan ajaran sentral agama dalam kaitan hubungan manusia dan lingkungan. Sebaliknya, keserakahan dan kebodohan manusia lah yang lan menjerumuskan buni dan manusia ke kehancuran.

BAKTI GURU UNTUK LINGKUNGAN

Maret 15, 2008

       Pada awal tahun 2007, pemerintah kota bandung menetapkan bahwa di setiap sekolah di kota bandung baik itu negeri ataupun swasta mulai dari SD, SMP, hingga SMA dan sekolah yang sederajat akan dimasukkan pendidikan lingkungan hidup ( PLH ) menjadi muatan lokal. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan khususnya di kota Bandung, dimana permasalahan lingkungan tersebut telah menjadi suatu problematika yang tidak kunjung selesai. Pada akhirnya realita pengelolaan lingkungan hidup, baik secara kualitas maupun kuantitas, merupakan tanggung jawab kita semua. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Kota Bandung telah mewadahinya melalui kurikulum PLH, tentu saja didukung oleh Pemerintah Kota Bandung.
Pada operasionalisasinya, sasaran utama dari mulok PLH berada di pundak guru sebagai fasilitator pembelajaran PLH. Maka sebagai tindak lanjut pemberlakuan program muatan lokal ( mulok ) PLH, diperlukan pelatihan yang ditujukan kepada guru-guru tentang PLH untuk penyatuan visi dan misi PLH itu sendiri, sehingga dapat terjadi penyeragaman persepsi dan paradigma yang sama untuk mewujudkan sasaran muatan lokal PLH yang berpijak pada prioritas masalah lingkungan hidup Kota Bandung.
Setelah mengevaluasi sistem PLH di beberapa tempat, dapat dianalisis bahwa sebagian besar metode yang diterapkan untuk disampaikan ke siswa belum optimal. Hal ini dikarenakan keterbatasan wawasan dan pengetahuan sebagian besar guru terkait tentang pengelolaan lingkungan. Dengan keterbatasan materi yang dipahami, penyampaian PLH menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, kami dari organisasi yang bergerak dalam bidang lingkungan di ITB (Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan [HMTL], U-Green ITB, Himpunan Mahasiswa SITH [NYMPHEA] ), serta kerjasama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran [MGMP] PLH kota Bandung, ingin memberikan pelatihan, buku dan video(cd) tentang upaya pengelolaan lingkungan yang diharapkan dapat mengoptimalkan mulok PLH ini.

COOMING SOON… “BAKTI GURU UNTUK LINGKUNGAN”

Hello world!

Maret 8, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.