Secara umum di Indonesia, segala hal mengenai pengelolaan lingkungan hidup dipandang dari sudut ekonomi, sosial & budaya, bahkan sampai bidang politik. Sangat jarang ketika ada permasalahan tentang lingkungan, masyarakat memandang dari sisi rohani / agama. Sedangkan dari sudut pandang agama, semua yang ada di muka bumi ini merupakan tanggungjawab setiap makhluk hidup yang bertempat tinggal di dalamnya.
Semua agama besar dunia mengandung ajaran-ajaran melestarikan lingkungan hidup. Suatu pemahaman tentang pemeliharaan keselarasan antara manusia dengan alam sekitarnya. Dalam pandangan agama islam, langit, bumi dan segala sesuatu yang ada di atasnya adalah ciptaan ALLAH SWT. Manusia sebagai makhluk ciptaanNYA yang paling mulia yang merupakan khalifah di muka bumi sudah sepantasnya menjaga dan melestarikan apa yang ada di muka bumi ini demi keberlangsungan hidup manusia itu sendiri.
Sesuai dengan firman ALLAH SWT ;
” Sesunguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi ” (Al-Baqarah, ayat 30)
Pengelolaan lingkungan secara dini seharusnya telah ditanamkan, supaya manusia bisa sadar dan bisa lebih mencintai lingkungan dengan tidak merusak lingan itu sendiri. Dalan upaya konservasi lingkungan kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat sangat penting supaya kerusakan lingkungan tidak semakin parah. Pentingnya kesadaran masyarakat juga menjadi salah satu faktor penting dalam upaya konservasi lingkungan. Sebagai contoh adalah pengelolaan sampah; langkah pertama adalah merubah pola pikir dan kebiasaan masyarakat tentang sampah. Dalam hali ini perlu juga ditanamkan bahwa sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi juga tanggung jawab penghasil sampah itu sendiri.Salah satu filosofi yang menggambarkan tentang upaya konservasi lingkungan adalah “ Respect for nature” atau dijabarkan dengan beberapa kalimat yaitu memperlakukan alam dan seluruh ciptaanNYA dengan penuh tanggung jawab, memelihara dan menjaga keseimbangan alam dan selalu mengupayakan agar alam dan lingkungan ini nyaman untuk masyarakat yang menjalaninya.
Hubungan saling mengisi antara manusia dan alam ini juga ditenukan dalam agama Budha. Agama Budha mengajarkan kausalitas atau hubungan sebab akibat. Kesehatan ingkungan akan berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Bhahavadgita, kitab suci agama Hindu, mengajarkan adanya kesatuan, keselarasan dan hubungan timbal balik antara mikrokosmos (manusia) dan makrokosmos (alam semesta). Agama Kristiani juga menekankan pentingnya wawasan lingkungan. Gereja Katolik juga menyuarakan keresahannya atas kerusakan bumi. Pada tahun 1991, Paus Johannes Paulus II mengecam ulah manusia sebagai akar penyebab rusaknya lingkungan alam.
Keselarasan merupakan ajaran sentral agama dalam kaitan hubungan manusia dan lingkungan. Sebaliknya, keserakahan dan kebodohan manusia lah yang lan menjerumuskan buni dan manusia ke kehancuran.